schliessen

Filtern

 

Bibliotheken

Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Var. Kawi

Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan p... Full description

Journal Title: Jurnal Agro 01 July 2015, Issue 1, pp.15-28
Main Author: Nur Edy Suminarti
Other Authors: Susanto Susanto
Format: Electronic Article Electronic Article
Language: ind
Subjects:
ID: E-ISSN: 2407-7933 ; DOI: 10.15575/166
Zum Text:
SendSend as email Add to Book BagAdd to Book Bag
Staff View
recordid: doaj_soai_doaj_org_article_48dd1870d92e4ac389790a253181f9a3
title: Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Var. Kawi
format: Article
creator:
  • Nur Edy Suminarti
  • Susanto Susanto
subjects:
  • Bahan Organik
  • Ubi Jalar
  • Waktu Aplikasi
  • Agriculture
ispartof: Jurnal Agro, 01 July 2015, Issue 1, pp.15-28
description: Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola compost, and urban waste compost. Application time was set as subplot, consisting of 3 times, ie: 30 days before planting, 15 days before planting, and simultaneous with planting. Data collection was carried out destructively, including growth and yield components, plant growth analysis and soil analysis. F test on 5% level intended to test treatment effect, meanwhile difference between mean values based on LSD 5%. Real interaction occurred on almost all parameters observed, moreover the highest tuber yield was on urban wa
language: ind
source:
identifier: E-ISSN: 2407-7933 ; DOI: 10.15575/166
fulltext: fulltext_linktorsrc
issn:
  • 2407-7933
  • 24077933
url: Link


@attributes
ID777530583
RANK0.07
NO1
SEARCH_ENGINEprimo_central_multiple_fe
SEARCH_ENGINE_TYPEPrimo Central Search Engine
LOCALfalse
PrimoNMBib
record
control
sourcerecordidoai_doaj_org_article_48dd1870d92e4ac389790a253181f9a3
sourceiddoaj_s
recordidTN_doaj_soai_doaj_org_article_48dd1870d92e4ac389790a253181f9a3
sourcesystemOther
dbidDOA
display
typearticle
titlePengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Var. Kawi
creatorNur Edy Suminarti ; Susanto Susanto
ispartofJurnal Agro, 01 July 2015, Issue 1, pp.15-28
identifierE-ISSN: 2407-7933 ; DOI: 10.15575/166
subjectBahan Organik ; Ubi Jalar ; Waktu Aplikasi ; Agriculture
descriptionDiversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola compost, and urban waste compost. Application time was set as subplot, consisting of 3 times, ie: 30 days before planting, 15 days before planting, and simultaneous with planting. Data collection was carried out destructively, including growth and yield components, plant growth analysis and soil analysis. F test on 5% level intended to test treatment effect, meanwhile difference between mean values based on LSD 5%. Real interaction occurred on almost all parameters observed, moreover the highest tuber yield was on urban waste compost which time application was 30 days before planting : 28,03 ton tuber ha-1.
languageind
oafree_for_read
source
version2
links
openurl$$Topenurl_article
openurlfulltext$$Topenurlfull_article
linktorsrc$$Uhttps://doaj.org/article/48dd1870d92e4ac389790a253181f9a3$$EView_full_text_in_DOAJ
search
creatorcontrib
0Nur Edy Suminarti
1Susanto Susanto
titlePengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Var. Kawi
description

Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola compost, and urban waste compost. Application time was set as subplot, consisting of 3 times, ie: 30 days before planting, 15 days before planting, and simultaneous with planting. Data collection was carried out destructively, including growth and yield components, plant growth analysis and soil analysis. F test on 5% level intended to test treatment effect, meanwhile difference between mean values based on LSD 5%. Real interaction occurred on almost all parameters observed, moreover the highest tuber yield was on urban waste compost which time application was 30 days before planting : 28,03 ton tuber ha-1.

subject
0Bahan Organik
1Ubi Jalar
2Waktu Aplikasi
3Agriculture
general
0Indonesian
1Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung
210.15575/166
3Directory of Open Access Journals (DOAJ)
sourceiddoaj_s
recordiddoaj_soai_doaj_org_article_48dd1870d92e4ac389790a253181f9a3
issn
02407-7933
124077933
rsrctypearticle
creationdate2015
addtitleJurnal Agro
searchscope
0doaj_full
1doaj1
scope
0doaj_full
1doaj1
lsr45$$EView_full_text_in_DOAJ
tmp01Directory of Open Access Journals (DOAJ)
tmp02DOA
startdate20150701
enddate20150701
lsr40Jurnal Agro, 01 July 2015, Issue.1, pp.15-28
doi10.15575/166
citationpf 15 pt 28 issue 1
lsr30VSR-Enriched:[vol]
sort
titlePengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Var. Kawi
authorNur Edy Suminarti ; Susanto Susanto
creationdate20150701
lso0120150701
facets
frbrgroupid7749984574771148074
frbrtype5
newrecords20190714
languageind
topic
0Bahan Organik
1Ubi Jalar
2Waktu Aplikasi
3Agriculture
collectionDirectory of Open Access Journals (DOAJ)
prefilterarticles
rsrctypearticles
creatorcontrib
0Nur Edy Suminarti
1Susanto Susanto
jtitleJurnal Agro
creationdate2015
delivery
delcategoryRemote Search Resource
fulltextfulltext_linktorsrc
addata
au
0Nur Edy Suminarti
1Susanto Susanto
atitlePengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Var. Kawi
jtitleJurnal Agro
risdate20150701
issue1
spage15
epage28
pages15-28
eissn2407-7933
formatjournal
genrearticle
ristypeJOUR
abstract

Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola compost, and urban waste compost. Application time was set as subplot, consisting of 3 times, ie: 30 days before planting, 15 days before planting, and simultaneous with planting. Data collection was carried out destructively, including growth and yield components, plant growth analysis and soil analysis. F test on 5% level intended to test treatment effect, meanwhile difference between mean values based on LSD 5%. Real interaction occurred on almost all parameters observed, moreover the highest tuber yield was on urban waste compost which time application was 30 days before planting : 28,03 ton tuber ha-1.

pubUniversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung
doi10.15575/166
urlhttps://doaj.org/article/48dd1870d92e4ac389790a253181f9a3
oafree_for_read
volume2
date2015-07-01