schliessen

Filtern

 

Bibliotheken

KOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS)

ABSTRAK Jeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusa... Full description

Journal Title: Jurnal Teknologi Pertanian 01 December 2017, Vol.18(3), pp.173-180
Main Author: Ariya Sofyan
Other Authors: Eko Widodo , Halim Natsir
Format: Electronic Article Electronic Article
Language: ind
Subjects:
Quelle: Directory of Open Access Journals (DOAJ)
ID: ISSN: 1411-5131 ; E-ISSN: 2528-2794 ; DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.03.17
Zum Text:
SendSend as email Add to Book BagAdd to Book Bag
Staff View
recordid: doaj_soai_doaj_org_article_f5437950cdee438b8e225efb8001ae5d
title: KOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS)
format: Article
creator:
  • Ariya Sofyan
  • Eko Widodo
  • Halim Natsir
subjects:
  • Antioksidan
  • Asam Lemak
  • Flavonoid
  • Jeringau
ispartof: Jurnal Teknologi Pertanian, 01 December 2017, Vol.18(3), pp.173-180
description: ABSTRAK Jeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan dan profil asam lemak pada jeringau merah dan jeringau putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jeringau merah dan jeringau putih. Hasil analisis menunjukan kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan (IC50) pada jeringau merah masing-masing sebesar 33.76 % b/b dan 0.22 mg/ml sedangkan tepung rimpang jeringau putih sebesar 3.84 % b/b dan 0.49 mg/ml. Jenis asam lemak yang dominan menyusun fraksi lipida rimpang jeringau merah dan jeringau putih adalah laurat dan palmitat (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuhnya terdiri dari 7 macam asam lemak dengan asam palmitat sebagai komponen utamanya. Sementara itu, pada rimpang jeringau merah mengandung asam linoleat, sedangkan pada jeringau putih tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa rimpang jeringau merah dan jeringau putih dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan, serta sebagai sumber antioksidan alami   ABSTRACT Red cypress (Acorus sp) and white jeringau (Acorus calamus) are plants of the Araceae family whose rhizome is made into medicinal materials. Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions, by binding to free radicals and highly reactive molecules so that cell damage will be inhibited. This study aims to analyze bioactive compounds, antioxidant activity and fatty acid profiles in red and white jinks and white jeringau so it can be used as an additive in food, feed as well as a source of natural antioxidants. The materials used in this study are red jisan rhizome and white jeringau. The results showed that flavonoid content and antioxidant activity (IC50) in red jeringau were 33.76% w / w and 0.22 mg /ml respectively, while white jengese rhizome flour was 3.84% w / w and 0.49 mg / ml. The dominant types of fatty acids that make up the fraction of red jelly rhizome and white jeringau are lauric and palmitate (unsaturated fatty acid). The saturated fatty acid consists of seven kinds of fatty acids with palmitic acid as its main compone
language: ind
source: Directory of Open Access Journals (DOAJ)
identifier: ISSN: 1411-5131 ; E-ISSN: 2528-2794 ; DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.03.17
fulltext: fulltext_linktorsrc
issn:
  • 1411-5131
  • 14115131
  • 2528-2794
  • 25282794
url: Link


@attributes
ID762261069
RANK0.07
NO1
SEARCH_ENGINEprimo_central_multiple_fe
SEARCH_ENGINE_TYPEPrimo Central Search Engine
LOCALfalse
PrimoNMBib
record
control
sourcerecordidoai_doaj_org_article_f5437950cdee438b8e225efb8001ae5d
sourceiddoaj_s
recordidTN_doaj_soai_doaj_org_article_f5437950cdee438b8e225efb8001ae5d
sourcesystemOther
dbidDOA
display
typearticle
titleKOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS)
creatorAriya Sofyan ; Eko Widodo ; Halim Natsir
ispartofJurnal Teknologi Pertanian, 01 December 2017, Vol.18(3), pp.173-180
identifier
subjectAntioksidan ; Asam Lemak ; Flavonoid ; Jeringau
descriptionABSTRAK Jeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan dan profil asam lemak pada jeringau merah dan jeringau putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jeringau merah dan jeringau putih. Hasil analisis menunjukan kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan (IC50) pada jeringau merah masing-masing sebesar 33.76 % b/b dan 0.22 mg/ml sedangkan tepung rimpang jeringau putih sebesar 3.84 % b/b dan 0.49 mg/ml. Jenis asam lemak yang dominan menyusun fraksi lipida rimpang jeringau merah dan jeringau putih adalah laurat dan palmitat (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuhnya terdiri dari 7 macam asam lemak dengan asam palmitat sebagai komponen utamanya. Sementara itu, pada rimpang jeringau merah mengandung asam linoleat, sedangkan pada jeringau putih tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa rimpang jeringau merah dan jeringau putih dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan, serta sebagai sumber antioksidan alami   ABSTRACT Red cypress (Acorus sp) and white jeringau (Acorus calamus) are plants of the Araceae family whose rhizome is made into medicinal materials. Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions, by binding to free radicals and highly reactive molecules so that cell damage will be inhibited. This study aims to analyze bioactive compounds, antioxidant activity and fatty acid profiles in red and white jinks and white jeringau so it can be used as an additive in food, feed as well as a source of natural antioxidants. The materials used in this study are red jisan rhizome and white jeringau. The results showed that flavonoid content and antioxidant activity (IC50) in red jeringau were 33.76% w / w and 0.22 mg /ml respectively, while white jengese rhizome flour was 3.84% w / w and 0.49 mg / ml. The dominant types of fatty acids that make up the fraction of red jelly rhizome and white jeringau are lauric and palmitate (unsaturated fatty acid). The saturated fatty acid consists of seven kinds of fatty acids with palmitic acid as its main component. Meanwhile, the red jisanau rhizome contains linoleic acid while in white jinkau not exist. This study shows that red jisan rhizome and white jinkau can be used as additive in food, feed as well as natural source of antioxidant
languageind
oafree_for_read
sourceDirectory of Open Access Journals (DOAJ)
version2
lds50peer_reviewed
links
openurl$$Topenurl_article
openurlfulltext$$Topenurlfull_article
linktorsrc$$Uhttps://doaj.org/article/f5437950cdee438b8e225efb8001ae5d$$EView_full_text_in_DOAJ
search
creatorcontrib
0Ariya Sofyan
1Eko Widodo
2Halim Natsir
titleKOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS)
description

ABSTRAK Jeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan dan profil asam lemak pada jeringau merah dan jeringau putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jeringau merah dan jeringau putih. Hasil analisis menunjukan kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan (IC50) pada jeringau merah masing-masing sebesar 33.76 % b/b dan 0.22 mg/ml sedangkan tepung rimpang jeringau putih sebesar 3.84 % b/b dan 0.49 mg/ml. Jenis asam lemak yang dominan menyusun fraksi lipida rimpang jeringau merah dan jeringau putih adalah laurat dan palmitat (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuhnya terdiri dari 7 macam asam lemak dengan asam palmitat sebagai komponen utamanya. Sementara itu, pada rimpang jeringau merah mengandung asam linoleat, sedangkan pada jeringau putih tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa rimpang jeringau merah dan jeringau putih dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan, serta sebagai sumber antioksidan alami   ABSTRACT Red cypress (Acorus sp) and white jeringau (Acorus calamus) are plants of the Araceae family whose rhizome is made into medicinal materials. Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions, by binding to free radicals and highly reactive molecules so that cell damage will be inhibited. This study aims to analyze bioactive compounds, antioxidant activity and fatty acid profiles in red and white jinks and white jeringau so it can be used as an additive in food, feed as well as a source of natural antioxidants. The materials used in this study are red jisan rhizome and white jeringau. The results showed that flavonoid content and antioxidant activity (IC50) in red jeringau were 33.76% w / w and 0.22 mg /ml respectively, while white jengese rhizome flour was 3.84% w / w and 0.49 mg / ml. The dominant types of fatty acids that make up the fraction of red jelly rhizome and white jeringau are lauric and palmitate (unsaturated fatty acid). The saturated fatty acid consists of seven kinds of fatty acids with palmitic acid as its main component. Meanwhile, the red jisanau rhizome contains linoleic acid while in white jinkau not exist. This study shows that red jisan rhizome and white jinkau can be used as additive in food, feed as well as natural source of antioxidant

subject
0Antioksidan
1Asam Lemak
2Flavonoid
3Jeringau
general
0Indonesian
1University of Brawijaya
210.21776/ub.jtp.2017.018.03.17
3Directory of Open Access Journals (DOAJ)
sourceiddoaj_s
recordiddoaj_soai_doaj_org_article_f5437950cdee438b8e225efb8001ae5d
issn
01411-5131
114115131
22528-2794
325282794
rsrctypearticle
creationdate2017
addtitleJurnal Teknologi Pertanian
searchscope
0doaj_full
1doaj1
scope
0doaj_full
1doaj1
lsr45$$EView_full_text_in_DOAJ
tmp01Directory of Open Access Journals (DOAJ)
tmp02DOA
startdate20171201
enddate20171201
lsr40Jurnal Teknologi Pertanian, 01 December 2017, Vol.18 (3), pp.173-180
doi10.21776/ub.jtp.2017.018.03.17
citationpf 173 pt 180 vol 18 issue 3
sort
titleKOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS)
authorAriya Sofyan ; Eko Widodo ; Halim Natsir
creationdate20171201
lso0120171201
facets
frbrgroupid6879878041674116913
frbrtype5
newrecords20190714
languageind
topic
0Antioksidan
1Asam Lemak
2Flavonoid
3Jeringau
collectionDirectory of Open Access Journals (DOAJ)
prefilterarticles
rsrctypearticles
creatorcontrib
0Ariya Sofyan
1Eko Widodo
2Halim Natsir
jtitleJurnal Teknologi Pertanian
creationdate2017
toplevelpeer_reviewed
delivery
delcategoryRemote Search Resource
fulltextfulltext_linktorsrc
addata
au
0Ariya Sofyan
1Eko Widodo
2Halim Natsir
atitleKOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS)
jtitleJurnal Teknologi Pertanian
risdate20171201
volume18
issue3
spage173
epage180
pages173-180
issn1411-5131
eissn2528-2794
formatjournal
genrearticle
ristypeJOUR
abstract

ABSTRAK Jeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan dan profil asam lemak pada jeringau merah dan jeringau putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jeringau merah dan jeringau putih. Hasil analisis menunjukan kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan (IC50) pada jeringau merah masing-masing sebesar 33.76 % b/b dan 0.22 mg/ml sedangkan tepung rimpang jeringau putih sebesar 3.84 % b/b dan 0.49 mg/ml. Jenis asam lemak yang dominan menyusun fraksi lipida rimpang jeringau merah dan jeringau putih adalah laurat dan palmitat (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuhnya terdiri dari 7 macam asam lemak dengan asam palmitat sebagai komponen utamanya. Sementara itu, pada rimpang jeringau merah mengandung asam linoleat, sedangkan pada jeringau putih tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa rimpang jeringau merah dan jeringau putih dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan, serta sebagai sumber antioksidan alami   ABSTRACT Red cypress (Acorus sp) and white jeringau (Acorus calamus) are plants of the Araceae family whose rhizome is made into medicinal materials. Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions, by binding to free radicals and highly reactive molecules so that cell damage will be inhibited. This study aims to analyze bioactive compounds, antioxidant activity and fatty acid profiles in red and white jinks and white jeringau so it can be used as an additive in food, feed as well as a source of natural antioxidants. The materials used in this study are red jisan rhizome and white jeringau. The results showed that flavonoid content and antioxidant activity (IC50) in red jeringau were 33.76% w / w and 0.22 mg /ml respectively, while white jengese rhizome flour was 3.84% w / w and 0.49 mg / ml. The dominant types of fatty acids that make up the fraction of red jelly rhizome and white jeringau are lauric and palmitate (unsaturated fatty acid). The saturated fatty acid consists of seven kinds of fatty acids with palmitic acid as its main component. Meanwhile, the red jisanau rhizome contains linoleic acid while in white jinkau not exist. This study shows that red jisan rhizome and white jinkau can be used as additive in food, feed as well as natural source of antioxidant

pubUniversity of Brawijaya
doi10.21776/ub.jtp.2017.018.03.17
urlhttps://doaj.org/article/f5437950cdee438b8e225efb8001ae5d
oafree_for_read
date2017-12-01